SOLUSI DILEMA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
SOLUSI DILEMA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Sebagai seorang Pendidik dan Pemimpin pembelajaran tentunya pernah berada di posisi dilema dalam menentukan sebuah keputusan?. Hal ini bukan tugas yang mudah bukan untuk kita emban apalagi jika hadapkan pada dilema dilema etika dan bujukan moral yang kita sering temui di tempat kerja/sekolah, bahkan kita sampai memikirkan benar tidak apa yang kita ambil dan putuskan? nah, lalu apa itu dilema etika dan bujukan moral? Lets to the next!
Dilema etika adalah sebuah situasi dimana seseorang bingung menentukan
pilihan atas suatu pilihan yang nama dua dua nya secara moral benar tetapi bertentangan atau benar vs benar misalnya anak A datang terlambat
kekelas anda dengan alasan tertinggal mobil antar jemput ia terpaksa jalan kaki
karena ia ingin sekali sekolah sedangkan disekolah ada peraturan tidak boleh
terlambat , Nah dalam posisi ini anda mengalami dilema memberi sangsi atau
membiarkan dia masuk karena benar dia melanggar peraturan sekolah dan benar
juga dia berhak menerima pembelajaran karena sudah berusaha datang kesekolah.
Sedangakan bujukan moral yaitu kondisi dimana seseorang harus membuat keputusan
antara benar atau salah walaupun beralasan benar tetapi tetap saja salah atau
bisa kita sebut dengan benar lawan salah,misalkan mencontek walaupun untuk mendapat
nilai baik tetapi tetap saja salah.
Pada hakikatnya seseorang memiliki karsa yang berbeda sesuai lingkungan
dan pergaulannya hal ini akan mempengaruhi pemikiran seseorang dalam
pengambilan keputusan karena dalam karsa terkandung nilai nilai dan prinsip diri
(esensi diri). Dalam pengambilan keputusan seseorang harus memiliki
keterampilan kesadaran dan pengelolaan diri agar proses pengambilan keputusan
bisa tenang dan beretika dengan menggunakan sisteim otak lambat. Ketika pengambilan keputusan dengan penuh
kesadaran seseorang akan dapat mempertanggungjawabkan pilihan keputusannya
tanpa menyalahkan orang lain,Seseorang itu sadar setiap pengambilan keputusan
memiliki banyak konsekuensi yang akan tampak di hadapan mata.
Ketika dihadapkan dalam dilema etika ada pola atau
paradigma yang terjadi didalamnya yaitu
1. Individu lawan masyarakat (Individu vs
community)
antara
kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan
kelompok besar.
2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs
mercy)
Pilihan yang ada adalah
memilih antara keadilan
dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi,
dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang.
3. Kebenaran lawan kesetiaan (Truth vs loyalty)
Pilihan
antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang
lain.
4. Jangka pendek lawan jangka panjang (Short term
and long term)
Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatannya terbaik untuk saat ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang.
Ada 3 prinsip
dalam pengambilan keputusan yang menjadi bahan referensi untuk seorang pemimpin
antara lain :
1. Berpikir berbasis hasil akhir (End based thingking)
Prinsip
berpikir yang mengukur dan menguji konsekwensi sebuah keputusan yang diambil .
2. Berpikir berbasis peraturan (Rule based thingking)
Prinsip berpikir
yang mengikuti aturan dalam bertindak
3. Berpikir berbasis rasa perduli (Care based thingking)
Prinsip berpikir dengan melibatkan perasaan atau rasa iba untuk memikirkan kepentingan orang lain.
Prinsip
manakah yang anda pernah jalankan? (jawablah dalam hati anda)
Untuk
mempertajam kepemimpinan dalam pengambilan keputusan perlu adanya konsep konsep
yang memandu agar kita dapat dalam mengambil keputusan sesuai langkah langkahnya. Ada 9 konsep atau
langkah yang dapat dilakukan antara lain :
1. Mengenali
nilai nilai yang bertentangan
2. Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi
3. Mengumpulkan
fakta –fakta yang relevan
4. Menguji
benar atau salah
a. Uji legal
b. Uji regulasi
c. Uji intuisi
d. Uji publik
e. Uji panutan/idola
5. Menguji paradigma
benar vs salah
6. Melakukan
prinsip resolusi
7. Investigasi
opsi trilemma
8. Buat keputusan
9. Lihat lagi
keputusan
(Next lebih
jelas tentang konsep pengambilan keputusan di artikel selanjutnya, Stay tone )
Konsep ini bukan merupakan metode tetapi sebagai panduan
yang akan mempertajam pengambilan keputusan semakin di asah maka kita akan
semakin terampil dalam pengambilan keputusan.
Dari paradigma, prinsip dan langkah langkah atau konsep inti dari pengambilan
keputusan adalah kesadaran diri sehingga dapat bertanggung jawab dalam
pengambilan keputusan tanpa menyalahkan orang lain dan beretika.
Semoga artikel
ini bermanfaat bagi para pembaca dan siap di implementasikan dalam kehidupan baik
dilingkungan kerja dan lingkungan masyarakat .
Terima kasih
salam Guru hebat

Komentar
Posting Komentar