3.3.a.9. Koneksi Antarmateri Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
3.3.a.9. Koneksi Antarmateri
Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Program sekolah yang berdampak pada murid merupakan sebuah kegiatan /pengelolaan yang melibatkan peran serta seluruh civitas yang ada di sekolah guru dan murid merasakan perubahan dari kegiatan itu . inti sari dari program sekolah yang berdampak pada murid adalah adanya perubahan mind set atau pola pikir, perilaku dari seorang murid. Dalam kegiatan program yang berdampak pada murid Memerdekakan murid adalah konsep utama agar murid merasa nyaman, tenang dan menjadi diri nya sesuai kodrat alamnya.
Sumber daya
yang ada di sekolah adalah kekuatan yang di miliki sekolah baik secara biotik
dan abiotik, pendekatan berbasis Aset merupakan cara mengenali hal hal yang
positif karena menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir dengan memusatkan
perhatian pada potensi yang dimiliki. Potensi sumber daya merupakan aset utama
yang harus dikembangkan, namun sebelum membuat suatu program, untuk
mengefektifkan potensi sumber daya yang harus
dilakukan adalah dapat menganalisis dan memetakan potensi sumber daya yang ada
di sekolah ada 7 modal/aset utama yang harus di analisis dan dipetakan yaitu
1. Aset Manusia
2. Aset sosial
3. Aset Fisik
4. Aset Lingkungan
5. Aset Finansial
6. Modal Politik
7. modal agama dan budaya
Setelah
7 modal /aset ini di analisis dan di petakan selanjutkanya memanfaatkan potensi
potensi tersebut untuk dikembangkan sebagai daya dukung dalam suatu program
yang di rancang. Pendekatan paradigma Inkuiri Apresiatif sejatinya adalah menggali potensi setiap anak
sesuai dengan kodratnya masing masing. Jadi paradigma ini bisa menjadi salah
satu metode untuk mencapai program yang berdampak pada murid dengan tahapan
tahapan sebagai berikut :
(B) Buat
Pertanyaan : Buatlah Pertanyaan yang mengarah kepada penelusuran \
hal – hal yang ingin dilakukan.
Contoh : Bagaimana cara meningkatkan ?
(A)
Ambil Pelajaran : Buatlah
pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita
lakukan.
Contoh: Cerita/Pengalaman Baik
(G)
Gali Mimpi : Buat gambaran
Rinci kondisi ideal atau mimpi terkait topik bahasan
Contoh: Cita cita / mimpi yang ingin di
gapai
(J) Jabarkan Rencana : membuat
cara/strategi untuk mencapai mimpi-mimpi yang sudah dituliskan
Contoh: Rencana Program
(A)
Atur Eksekusi : menentukan
Tim Inti Program
Contoh:
Pembagian Tugas
kaitan pemetaan
sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid adalah
sebagai langkah untuk mengetahui potensi yang di miliki sekolah di kembangkan
melalui perencanaan program-program sekolah sehingga program terarah kepada
potensi yang dimiliki.
Salah satu Peran Pemimpin Pembelajaran harus dapat
mengelola, mengembangkan sumberdaya, aset atau potensi yang ada disekolah dengan
pendekatan berbasis Aset (Asset Based Thinking) mengenali, menganalisis, dan memetakan
7 aset/potensi utama yang dimiliki sekolah. Selanjutnya membangun visi dan misi
sekolah yang berpusat pada
kebutuhan murid dan kebutuhan sekolah dengan menerapkan pendekatan inkuiri
apresiatif dengan alur BAGJA untuk
mencapainya. Dalam pembuatan Program murid harus dapat merasakan perubahan dari
program yang di bangun atau program harus berdampak pada Murid. Pengelolaan-pengeloaan
program yang berdampak pada murid ini tentunya harus ada monitoring dan
evaluasi untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek
atau program yang dilakukan Strategi
dan desain program untuk mencapai perubahan dapat dilakukan dengan tahapan: input – kegiatan –output –
outcome – dampak (impact). Risiko dalam sebuah program merupakan sebuah langkah
awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang
kemungkinan besar dapat terjadi, termasuk juga dalam merencanakan dan
melaksanakan program pendidikan. Oleh karena itu, sekolah sebagai lembaga
pendidikan wajib melakukan rangkaian analisis dan metodologi yang
dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan
mengevaluasi risiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan program sekolah.
Risiko tidak dapat dihindari tetapi dapat dikelola dan
dikendalikan karena apabila risiko tidak dikelola dengan baik maka akan
mengakibatkan kerugian serta hambatan, sehingga program sekolah yang
telah direncanakan tidak berjalan dengan baik Begitu pula
sebaliknya apabila risiko dapat dikelola dengan baik maka sekolah
dapat meminimalisir segala kerugian yang dapat menghambat jalannya
program sekolah yang telah direncanakan.
Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap
pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan,
meliputi:
- Risiko Strategis, merupakan risiko yang
berpengaruh terhadap kemampuan organisasi mencapai tujuan
- Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin
akan berakibat berkurangnya aset
- Risiko operasional, merupakan risiko yang
berdampak pada kelangsungan proses manajemen
- Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak
pada kemampuan proses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan
peraturan yang berlaku
- Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak
pada reputasi dan merek lembaga. (Princewatercoper, 2003)
Pada akhirnya perubahan-perubahan yang dilakukan
sekolah akan menimbulkan suatu risiko, namun tidak melakukan perubahan pun
merupakan sebuah risiko oleh karena itu setiap sekolah harus mengidentifikasi
risiko dan merencanakan pengelolaannya. Apabila semua sekolah dapat menerapkan
manajemen risiko maka setiap kerugian akan dapat diminimalisir. Adapun tahapan
manajemen risiko adalah sebagai berikut:
- Identifikasi jenis risiko,
- Pengukuran risiko,
- Melakukan strategi dalam pengendalian
risiko
- Melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan
berkelanjutan
Pada akhir pemimpin harus dapat mengambil keputusan
dari temuan temuan dilapangan baik berkaitan dilema etika ataupun bujukan
moral. Seorang pemimpin Ketika
dihadapkan dalam dilema etika ada pola atau paradigma yang terjadi didalamnya
yaitu :
1.
Individu lawan masyarakat (Individu vs community)
2. rasa
keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs mercy)
3.
kebenaran lawan kesetiaan (Truth vs loyalty)
4.
jangka pendek lawan jangka panjang (Short term and long term)
Ada 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yang menjadi
bahan referensi untuk seorang pemimpin antara lain :
1.
Berpikir berbasis hasil akhir (End based
thingking)
Prinsip berpikir yang melihat hasil
2. Berpikir
berbasis peraturan (Rule based
thingking)
3.
Berpikir berbasis rasa perduli (Care
based thingking)
Untuk memandu pemimpin dalam
mengambil keputusan ada 9 konsep atau langkah yang dapat dilakukan agar
pengambilan keputusan tidak keliru antara lain :
1. Mengenali nilai nilai
yang bertentangan
2. Menentukan siapa yang
terlibat dalam situasi
3. Mengumpulkan fakta
–fakta yang relevan
4. Menguji benar atau
salah
a.
Uji legal
b.
Uji regulasi
c.
Uji intuisi
d.
Uji publik
e. Uji
panutan/idola
5. Menguji paradigma
benar vs salah
6. Melakukan prinsip
resolusi
7. Investigasi opsi
trilemma
8.
Buat keputusan
9. Lihat lagi
keputusan .
Hal
yang menarik yang dapat di Tarik pembelajaran ini adalah kita diberikan wawasan
tentang mengelola program yang berdampak pada murid, mengidentifiakasi aset,
merencanakan program dengan mengaplikasikan manajeman resiko, memonitor,
mengevaluasi, program dengan 12 prinsip .
Benang merah
yang dapat di ambil dari ketrkaitan ini adalah pemimpin sangat berperan penting
terhadap perkembangan suatu sekolah dengan ide, gagasan dan pola pikir yang
dimiliki akan mampu menjadi agen perubahan dalam pembelajaran dan ekosistem
pendidikan yang dapat memerdekakan murid sesuai kodrat nya, membentuk murid
menjadi profil pelajar panca sila dan tercapailah tujuan pendidikan yang
diharapkan .
Komentar
Posting Komentar